Selembar Surat Pengunduran Diri

image

29 Juli 2016

Air itu perlahan mengalir dipelupuk mataku
Oh ternyata begini rasanya akan pergi…

Sebenarnya,
Bukan kali ini saja aku ingin pamit
Bukan kali ini saja aku merasa berada dalam situasi rumit

Tapi ternyata saat aku benar-benar berhadapan satu lawan satu dengan layar komputer, aku kalah.
Aku tak biasa mengalah, tapi kali ini hatiku benar-benar patah
Ya, aku kalah…

Awalnya ku kira mudah membuatnya
Aku hanya perlu melihat contoh artikel yg bertebaran diinternet, copy paste, and finish!

Nyatanya aku tak perlu semua kegiatan yg semula sudah kurencakan itu. Jari jemariku berlari begitu saja diatas keyboard laptop berwarna putih yang telah menemaniku 1 tahun 6 bulan ini.
Sekali-sekali aku menghela nafas berat, sekali-sekali aku menyeka air mata, sekali sekali aku melihat sekeliling ruangan yang akan segera kutinggalkan.
Rasanya…sedih sekali.

Biasanya gampang saja memperbaiki rangkaian kata-kata dinotulensi rapat
Biasanya mudah sekali merangkai kalimat surat keluar
Biasanya tak seberat itu mengerjakan laporan
Biasanya… tapi tidak kali ini.

Akhirnya aku menyusun semua kata sendiri
Benar-benar dari hati
Hingga terciptalah satu lembar surat pengunduran diri

Didalamnya terselip terima kasih, maaf, dan do’a untuk semua yang telah memberikan cinta dalam berbagai bentuk selama berada disana

Selembar surat pengunduran diri mengingatkan pada perjuanganku yg dulu berstatus Ibu Rumah Tangga hingga menjadi Sekretaris Direktur Utama

Pada terkabulnya doa orang tua

Pada interview yang mengharu biru

Pada setumpuk harapan ditempat baru

Pada ruang kantor kecil tapi rasanya aman dan nyaman

Pada kicauan di ruangan sebelah dan canda bully sesama rekan

Pada surat-surat masuk dan keluar serta segala revisi

Pada segala ekspresi tamu yang datang dan pergi

Pada deadline dan headline

Pada segala kabar burung dan kabar kabur

Surat ini dan segala perasaan saat menciptakannya adalah manifestasi cinta terhadap pekerjaan dan perusahaan…..

yang ternyata sedalam ini!

Advertisements

Elegi di Bandara

image

Hari itu…

Aku menyaksikan banyak hal yang dulu tak pernah tertangkap mata batinku…

Pelukan.. tangisan…
Semacam menjadi pertanda aroma perpisahan.

Seorang nenek mengelus sedih ubun- ubun Cucunya
Seorang Istri memeluk erat Suaminya
Seorang anak melambaikan tangan haru pada Ayahnya
Seorang Ibu yang seolah tak mau melepaskan genggaman Anaknya

Seperti inikah perpisahan?
Sementara, tapi rasanya selamanya

Sambil menunggu, aku melihat kearah lainnya,
Disudut yang berbeda itu ku lihat pemandangan yang sebaliknya

Seorang anak memeluk bahagia kedua orang tuanya
Seorang Istri yang tersenyum sambil mencium tangan Suaminya
Seorang Ayah yang disambut ciuman rindu anak-anaknya

Bagaimana bisa satu tempat memunculkan 2 wajah yang tak sama?
Disatu sudut mataku menangkap kesedihan mendalam dari sebuah perpisahan,
Disudut lainnya aroma kebahagiaan menyeruak dari ruang kedatangan,
Apakah ini hanya cerita yang akan bertukar pada masanya?
Yang datang akan pergi,
Yang pergi akan datang lagi?
Karena kesedihan dan kebahagiaan adalah siklus kehidupan
Kadang kita harus tertawa kadang kita harus mengeluarkan airmata…

Tanpa kusadari dia, lelakiku, memelukku dari belakang,
Sudah selesai proses check in rupanya,
Kata mereka, penerbangannya tidak ditunda
Itu artinya akupun harus melepasnya pergi dari pandangan mata

Kami terdiam cukup lama tanpa kata
Tertahan kesedihan yang seolah sangkut dirongga dada
“Aku akan menunggumu disana dan menyiapkan kehidupan yang lebih baik bagi keluarga kecil kita,” katanya
Aku mengangguk dan berdoa untuknya

Panggilan untuk memasuki pesawat sudah mulai diserukan
Perlahan lelakiku berjalan didalam kerumunan
Aku terus saja melambaikan tangan
Aku tahu, ini hanya sementara,
Suatu saat aku akan berdiri disudut lainnya, atau dia yang menungguku diseberang sana,
Bukan tangisan yang ada, tapi bahagia dan syukur yang terucap tak ada hentinya…

Di bandara…
Suka dan duka bisa berganti rupa
Tempat yang memisahkan
Sekaligus juga akan mempertemukan
Kita hanya perlu menunggu…

Posted from WordPress for Android

Lombok: A Heaven on Earth!

image

Lombok?
Atau Jogja?
Ya, galau itu sesederhana memilih tempat liburan untuk mensyukuri……

2nd Wedding Anniversary

pada 7 Mei 2016 lalu!

Setelah mencari wangsit 7 hari 7 malam akhirnya dengan Bismillah kami memilih LOMBOK buat destinasi bulan madu ke-2 dengan alasan:

1. Supaya kalo kata orang Banjar tuh ‘kada tekaji habar’ alias cuma tau dari kabar kabur orang lain aja. Ga seru dong yah liat keindahan Lombok cuma dari Instagram dan cerita Ayu (sahabat saya asli Lombok).

2. Kami menginginkan tempat yg peaceful buat leyeh leyeh penuh kemanjaan, terpencil dari huru hara duniaa yaa pemirsahh. Jogja dengan hiruk pikuknya mungkin agak ga cucok dgn tujuan ini yekaan

3. (Sombong dulu) tabungan buat liburan emang dari awal dipersiapkan segembung-gembungnya demi nglewatin Anniversary Pernikahan ini di kota lain. Rugi kalo ga diabisin buat self-reward setelah capek kerja (sombong lagi. Sekali sekali :D). Tapi teteup  kok ujung-ujungnya gabungan ala koper dan ransel lah yaa (#Brb #HitungSisaGaji).

4. Agak absurd sih: Lombok itu INSTAGRAM- able! Hehe kan kalo liburan ga mungkin ga ada fotonya buat dipajang di instahram (pamer detected :D)

Naa setelah sepakat kalo kami memang sepaket 😀 saya pun menyusun ‘What to-do-list’. Kenapa saya bilang ‘saya’? Karena kalo bilang ‘kami’ pasti boong hehe.

Saya emang orang yg ga suka kalo sgala sesuatu tuh ga direncanain dan dipikirin baik buruknya dari awal. Intinya Lombok harus ada dikepala saya dulu baru saya bisa tenang pas hari H. Saking excitednya saya bahkan sampai hapal jalur-jalur dari lombok mana ke lombok mana, tempat wisata ini ono dimana, kultur masyarakat gimana, padahal pergi aja beloom 😀 Mr. Suami mah orangnya ngeiyain aja kalo masalah plan A plan B, percaya bgt istrinya ga bakal bikin nyasar. Intinya doi mah woles nabungin duitnya aja hehe.

Here’s my to do list. Cekidot gaes:

1. Jelas dong survey harga tiket.
Mahalan mana pake paket penerbangan lanjutan (maklum eyke dari Banjarmasin bok. Transit inilah yang menguras hati dan dompet huhuhu) atau penerbangan cabutan? Akhirnya saya pilih opsi kedua. Harganya lebih murce. Ada promo kupon diskon juga jadi jauuh lebih hemat! (Biasaaaa prinsip buibuk)

2. I’ve to make ITINERARY!
kami berdua bukan mahluk yg suka diatur-atur sama agent travel. Bayangin aje kita orang lg sibuk foto dan leyeh2 tetiba disuruh pergi karna sudah terjadwal ketempat lain. huft. Big NO! Yah tapi bukan brarti juga ga nyusun konsep perjalanan loh yaa. Seenggaknya kalo ala traveling gitu kan kita bisa atur sendiri mau berapa lama disatu tempat. Ga kejar setoran. Yang diperlukan cuma kemauan buat baca review blog pengalaman orang yg pernah kesana. You’ll know DO and DON’T nya. Asik kok, berasa lagi jalan-jalan pake imajinasi!

image

3. I need a very good camera!
Ga asik dong udah mix and match baju, liburan di surga dunia, tapi ga disupport sama kamera mumpuni. Well, sekarang phone cam juga keren sih nangkep gambar, tapi tetep aja saya berasa kurang dicekrek gitu (eaaa begaya betuul) Akhirnya saya booking dipenyewaan kamera DSLR dari sebulan sebelumnya. Ealah taunya My Arab beliin Fujifilm Finepix S1! Alhamdulillah rezeki anak sholehah 😀

4. Siapkan surat Cuti 😀

1 Mei tibaaa! 1st flight was ontime, the second one is delayed. Huft tau doong maskapai manaaa? akhirnya sambil ngdumel kita narsis di Bandara dulu. Cekrek!

image

image

image

Tiba di Lombok malam hari, naik Damri ke Senggigi (Lombok Barat) menuju The Semeton Homestay. Arrived at 10 PM! Tepar banget sampe makan aja udah ga sanggup lagi.

image

image

Besok harinya udah sehat walafiat buat lanjalan menyusuri Barat sampai Utara (The Gillis). Diruang depan kami disambut ramah sama Om dan Tante Oka. Diceritain adat budaya, tempat wisata sampe dibantu sewa motor (gaes, percaya deh menyusuri Senggigi lebih enak ala traveling daripada mobil-an ala liburan. Kanan kiri pantai ajiib. Photo-able!). Ini breakfast pancake nangka legendaris homemade-nya Tante

image

image

Sayang banget kelewatan Pura Batu Bolong, untung sempet ke Vila Hantu (Modal 2 rebu doang buat parkir kita bisa liat suasana pantai setangi dari atas).

image

image

image

Karna udah mulai siang kami lanjut ke Pelabuhan Bangsal buat nyebrang ke Gili Trawangan (Gili= pulau) ditemani pemandangan laut yang breathtaking di sepanjang kiri jalan.

Awalnya kami beli tiket public boat about 40 minutes ke Gili T. Tapi mesti nunggu kapal penuh 40 orang dulu. Demi efisiensi waktu, upgrade deh ke kapal cepat. Katanya sih cuma perlu 10 menit perjalanan dan singgah ketiga gili (Air, Meno, Trawangan) buat nurunin dan naikin penumpang di masing2 dermaganya. Pikir kami lumayaaanlah bisa lihat sepintas gimana sih gili lain selain Trawangan yang femes itu (after seeing the gillis, I think Meno is the peaceful one. Cucok bagi yg anti-crowded kaya saya). Pulangnya naik Public Boat dong. Pengen ngrasain sensasinya.

image

image

Uda liat bedanya? 😀

And this is the famous Gili T! Full of crowd, lil bit dirty, pricey foods and 99% of foreigners alias berasa jadi yg 1% disana. Isinya turis semua!)

image

image

image

Pas di public boat sempet ketiduran karna baru sadar belum makan apa-apa selain pancakenya tante. Alhasil makanlah di RM. Cahaya deket Pelabuhan. Ini warung juga recomended menurut para traveler. Pesennya Nasi Balap Puyung. Hmm… Endes marendes!

image

Jam 4 sore teng pamit deh sama tante. Sedih juga karna saking ramahnya udah berasa keluarga (tapi ga sempet fotobsama tantenyaa 😥 ) Kami dijemput sama Bli Ketut (yang juga ramaaaah dan baaiiik banget) menuju Lombok Tengah karena mau nginep di NOVOTEL RESORT AND VILLAS. HOREEEE! Dulu kayanya nginep disana cuma mimpi doang. Alhamdulillah berkat suami kerja di Novotel Banjarmasin bisa dapet staff rate yg cucok sama kantong. Aselinya mah jutjut itu.

Di perjalanan kami sempet liat DaJal alias Dangdut Jalanan alias arak arakan pengantin disepanjang jalan raya. Daaaan kata Bli Ketut, kalo bisa ada di Lombok Tengah jangan sampai Magrib. Rawan begal!

image

It was like a fairytale. 2 malem nginap disana nagih banget. Udah roomnya kelas executive. Dilayani bak tamu VIP sama bottom and top management nya. Makanan enak dan banyak. Lagi-lagi berasa tinggal dirumah. Ga pernah nemu hotel se-homey ini. Oya, Novotel ini emang terpencil. Tapi mereka ga bakal bikin kita mati bosan didalamnya. Setiap hari selalu ada free activities (ke pantai, desa adat, kids game, party etc) yang udah dijadwalkan, tinggal kitanya mau join apa ga. ALL FREE!

Cuma satu aktifitas yang kami ikuti: Sunset Point at the Tanjung A’an Beach

image

image

Gimana? Saya mah lain kali pasti kesini lagi! Jarak ke Bandara Internasional Lombok cuma 30 menit dari Novotel. Jadi menjelang check out masih bisa leyeh-leyeh dulu.

image

image

image

image

image

image

Bye-bye Lombok, C U soon!

image

Next traveling to Malang!
Terlalu banyak yang terjadi diluar rencana saking fokusnya sama Lombok. Intinya mah ke Malang mau nonton murah AADC2 dan Civil War (@35.000/person. Di Banjarmasin mah pas weekend @60.000 huhu) 4 hari di Malang dan masih tetep gagal move on sama Lombok!

image

image

image

image

Short Honeymoon in Mercure Hotel Banjarmasin

March 25th 2016

Akhirnya mimpi bermalam di Mercure Hotel kesampaian juga!

Hotel ini terkenal karena dempet alias jadi satu sama the one and only Mall in Banjarmasin, Duta Mall, on A. Yani street (only 1 hour from Banjarbaru). Makanya kalau sabtu minggu susah cari parkir di DM (Duta Mall most called) jangan heran. Ibarat laut dan pantai mereka gak bisa dipisahkan. Parkirnya nyatu, bedanya cuma kalau nginap di Mercure you punya karcis parkir akan distempel logo Mercure. It’s free anyway!

Liburan kali ini dsponsori oleh Abang Arab yang dapet staff rate harga miring. Ada untungnya juga kan Suami kerja di Novotel Banjarbaru yang notabenenya juga dibawah naungan Grup Hotel Accor (Pullman, Novotel, Mercure, Ibis Style, etc).

if u want to find place for holiday, it is recommended. Kolam renangnya segede gaban, viewnya lumayan, cafe buat nongkrong ada, breakfast buffet menu banyak varian nya, kamar juga nyaman. Apalagi dempetan sama Mall bikin nilai jual Mercure meningkat pesat.

Tujuannya utamanya sih nginep sambil nonton Batman Vs Superman gitu biar sesekali ambil midnite show di Bioskop, apa daya tiket sold out waktu pre order. Akhirnya kita belanja belanji ketawa ketiwi narsis sana sini aja😉

Punya suami super baik kayagini sih emang mimpi jadi kenyataan banget. Apapun yang diinginkan pasti diusahakan terwujud, termasuk nginap di Mercure ini. Lumayanlah walaupun gak keluar kota, kami bisa refreshing sejenak dari segala rutinitas. Menikmati obrolan yang lebih panjang dari biasanya dan koleksi foto yang lebih banyak buat kenangannya. Terima kasih Suamiii 😘!

image

image

image

image

image

image

image

image

image

image

image

image

image

Posted from WordPress for Android

PAMIT (Inspired by Tulus: Pamit)

image

Tubuh saling bersandar
Ke arah mata angin berbeda
Kau menunggu datangnya malam
Saat kumenanti fajar

Perlahan punggungmu menghilang dibalik senja
Entah warnanya yang menyembunyikan atau airmataku yang membaurkan
Katamu kita sudah tak bisa bergandengan
Katamu aku hanya memaksakan
Dalam katamu itu, aku tak menemukan kebenaran…

Sudah coba berbagai cara
Agar kita tetap bersama
Yang tersisa dari kisah ini
Hanya kau takut kuhilang

Inikah ujung perjalanan bahagia yang dulu kau janjikan?
Kau bilang hubungan ini perlu perjuangan
Kau bilang aku takkan pernah ditinggalkan sendirian
Lantas mengapa kau biarkanku memeluk kesepian?
Apakah hanya aku yang takut kehilangan?

Perdebatan apapun menuju kata pisah
Jangan paksakan genggamanmu

Satu detik lalu kau masih menjadi milikku
Menggenggam jemari yang kau lepas perlahan
Apa perpisahan ini yang kau inginkan?

Izinkan aku pergi dulu
Yang berubah hanya
Tak lagi kumilikmu

Ribuan pertanyaan hinggap dikepala
Aku tak mampu menjawabnya
Mungkin aku memang bukan fajar yang kau lihat saat membuka mata
Mungkin kau bukan malam yang kutunggu setelah senja

Kau masih bisa melihatku
Kau harus percaya
Kutetap teman baikmu

Sekarang saatnya aku berjalan
Kita sudah tak satu tujuan
Takkan pernah bisa menjadi sekedar teman
Kamu tahu alasannya, bukan?
Ini… terlalu menyakitkan!

Tying the Knot

image

Disaat wajah pernikahan berubah
Berjanjilah untuk tetap berjalan searah…

(Tuan dalam kepala Nyonya):
Dia berubah!

Bagaimana bisa laki-laki yang dulu kukenal rapi sekarang lupa mencukur kumis sendiri?

Bagaimana mungkin laki-laki yang dulu bilang ‘aku akan selalu ada’ sekarang lebih mencintai kantor dibanding rumahnya?

Bagaimana bisa laki-laki yang dulu selalu memberi kabar tiap setengah jam sekali kini bahkan mampu tak mendengar suaraku dalam sehari?

Apa pernikahan seburuk ini?
Apa aku termakan dusta laki-laki?

(Nyonya dalam kepala Tuan):
Dia tak sama!

Dimana perempuan yang kucintai karena wanginya dulu? Kenapa yang datang padaku perempuan yang selalu berbau bumbu?

Dimana perempuan yang dulu sabar menungguku melamar tapi kini mencerca karena aku bekerja keras hingga tak sempat memberi kabar?

Dimana perempuan yang dulu berkata ‘aku akan setia apapun yang terjadi’ tapi marah hanya karena gajiku telat sehari?

Dimana perempuan itu kini?
Apa pernikahan sefrustasi ini?

Sesungguhnya dalam mata ada cerita…
Tuan dan Nyonya semestinya bicara cinta…

Pernikahan akan menampilkan beribu wajah yang mengejutkan. Tak terpikirkan.

Dia akan menjelma dalam topeng-topeng berbeda bentuk. Tak ayal membuat hati remuk

Hanya karena Tuan berubah bukan berarti Nyonya tak salah

Hanya karena Nyonya tak lagi sama bukan berarti Tuan boleh tak bahagia.

Hanya karena tak sempat bicara
Lalu diam diam mulai lupa dulu menikah karena cinta

Hanya karena jarang memberi ucapan mesra hingga hadiah kecil tak terduga
Lalu diam diam mulai lupa dulu menikah karena bahagia bersamanya

Ijab Qabul adalah gerbang permulaan
Tak mudah mempertanggungjawabkan sesuatu yang dijanjikan dihadapan Tuhan
Ya, tak ada yang bisa menjanjikan kalau semuanya akan mudah
Tapi percayalah Tuhan takkan mengabaikan doa doa indah

Kita bersisian karena kita tahu itulah satu satunya cara untuk saling menyempurnakan…

Ada Apa dengan Duniadhini?

image

Di dalam dunia dhini akan ditemukan banyak sajak dan cerita
Mungkin bukan tentang dirinya
Mungkin akan tentang dunia seisinya dan bagaimana dia memaknainya

Ada apa dengan dunia dhini?

Dia,sama sepertimu
Biasa: kadang terlihat kadang tak nampak
Palsu: dihati geram dibibir tersungging senyuman
Berubah: Saat bahagia tiba-tiba pilu dalam marah terselip haru

Dia akan berbicara tentang banyak masa;
Masalah, masa lalu, masa kini, masa nanti
Tapi dia (dan kamu juga) mesti percaya: Tuhan takkan menaruh masa tanpa pertolongan apa apa

Dhini dan Dunia

Ikutilah bagaimana semesta bekerja
Ia mampu mengadakan yg tiada
Dan tiba tiba meniadakan yg mulanya ada
Kita hanya perlu melaluinya. Ya, melaluinya.

Saya Dhini… dan ini dunia saya
Saya akan menari meski hidup sedang tak ceria
Saya akan menyanyi meski semesta menentangnya
dan saya akan terus menulis,

Karena hanya dengan menulis saya akan terus hidup selamanya
Saya Abadi!