Staycation at Beejay Bakau Resort

Beejay Bakau Resort recently known as BJBR is located in Pelabuhan Perikanan Pantai Mayangan, Probolinggo. We have to drive about 3 hours from Malang (with some of traffics).

Awalnya tau BJBR dari media sosial, penasaran dong ini tempat kok bagus banget di Probolinggo. Kebetulan Pak Cumami juga minggu depan lagi Ulang Tanggal Lahir 26 Januari, pas banget buat staycation, nih! (Yagitudeh, yang ultah siapa, yang excited siapa hihihi)

Searching di internet tentang BJBR makin penasaran. Selain karena BJBR punya beberapa spot foto yang instagrammable, bungalownya juga oke punya buat yang mau staycation. Ada tipe Executive, Junior Suite, dan Family Suite. Tergantung you mau nginep diantara hutan bakau, ngadep laut, atau bawa keluarga besar. Kami pilih executive karna mau bungalow yang adem aja diantara bakau.

Aaaaaand here we go, tanggal 25 Januari 2016 kami cusss BJBR. Urutan cuaca dari Malang – Probolinggo: Hujan – Panas – Panas – Hujan. Hujan yang terakhir super banget lebatnya. Mungkin karena BJBR daerah pelabuhan yes jadinya debit air hujan cukup tinggi. Sampai disana jam 4 sore, hujan lebat, untung securitynya tanggap ngasih payung besar buat menyusuri jalur hutan bakau dari pintu masuk ke Reception Area. 

Alhamdulillah, nemu Reception Area itu udah kaya nemu oase di Padang Pasir. Lega, bro. Maklum jalur tempuh hutan bakaunya lumayan panjang juga. Mungkin kalo ga hujan sebenarnya asik aja kali ya bisa stop sebentar sambil cekrek cekrek ala ala. 

Di reception, kami diminta pilih menu buat sarapan pagi besok, setelah itu baru diantar ke kamar Executive 1 alias Kakap Putih (sesuai request kami) yang terasnya menghadap belakang.

Beyond our expectation, bungalownya selain luas juga unik banget. Untuk ukuran bungalow ditempat terpencil dengan rate standard, it is just A WOW! Bathroom? Checked. Room Facilities? Checked. Bedroom? Checked. View? Checked. BJBR was no longer wow-ing me! Ga lama room service datang bawain snack sore: siomay goreng+teh hangat. Sayang, niat buat eksplor BJBR mesti ketunda gegara masih hujan lebat.

Sehabis maghrib perut udah krucuk krucuk aja minta diisi. Pergilah Cumami dan Cumistri ke area restaurant yang dinamai “REST-O-TENT” alias kafe tenda dipinggir laut. Pengunjungnya termasuk sedikit malam itu. Mungkin karena hujan, mungkin karena mahal (I often read complaint about this on social media). Kami pesan terong balado dan cumi cabe kering. Sehabis makan kami jalan kaki sebentar menyusuri bycycle track. Ngebakar kalori yes hihihi.

Keesokan paginya kamar udah diketok aje sama mas-mas room service nganter makan ala carte : Nasi, Mie, Omelette, Siomay, Buah Potong, dan Jus Melon. Nikmatinnya ga afdol kalo ga diteras belakang sambil liat pemandangan seputar bakau dan pantai.

Senengnya di BJBR ini buat tamu bungalow itu free all entrance and facilities kayak sewa sepeda, tiket masuk MBB (Majengan Bakau Beach) buat nikmatin semua wahana air, and enjoy all the spots kecuali tiket susur laut haruzs bayar Rp. 15.000,-. (FYI, bisa kok ke BJBR tanpa nginep alias cekrek cekrek doang asal bayar sesuai tarif weekday/ weekend)

Total Review: 8,5 out of 10 for comfort, service, location, and facilities.

Will we come to take staycation AGAIN at BJBR? YES! 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s