PAMIT (Inspired by Tulus: Pamit)

image

Tubuh saling bersandar
Ke arah mata angin berbeda
Kau menunggu datangnya malam
Saat kumenanti fajar

Perlahan punggungmu menghilang dibalik senja
Entah warnanya yang menyembunyikan atau airmataku yang membaurkan
Katamu kita sudah tak bisa bergandengan
Katamu aku hanya memaksakan
Dalam katamu itu, aku tak menemukan kebenaran…

Sudah coba berbagai cara
Agar kita tetap bersama
Yang tersisa dari kisah ini
Hanya kau takut kuhilang

Inikah ujung perjalanan bahagia yang dulu kau janjikan?
Kau bilang hubungan ini perlu perjuangan
Kau bilang aku takkan pernah ditinggalkan sendirian
Lantas mengapa kau biarkanku memeluk kesepian?
Apakah hanya aku yang takut kehilangan?

Perdebatan apapun menuju kata pisah
Jangan paksakan genggamanmu

Satu detik lalu kau masih menjadi milikku
Menggenggam jemari yang kau lepas perlahan
Apa perpisahan ini yang kau inginkan?

Izinkan aku pergi dulu
Yang berubah hanya
Tak lagi kumilikmu

Ribuan pertanyaan hinggap dikepala
Aku tak mampu menjawabnya
Mungkin aku memang bukan fajar yang kau lihat saat membuka mata
Mungkin kau bukan malam yang kutunggu setelah senja

Kau masih bisa melihatku
Kau harus percaya
Kutetap teman baikmu

Sekarang saatnya aku berjalan
Kita sudah tak satu tujuan
Takkan pernah bisa menjadi sekedar teman
Kamu tahu alasannya, bukan?
Ini… terlalu menyakitkan!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s